Hey! I'm James Hudson
Web Designer

Visit us at

304 Elephanta Isle, Paris
10092, France

Message us

hello@beautiful.com (205) 544-6558

Profil

Foto saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Kontak kami

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Rapid Growth Rate
That means it’s not the sort of text you’d ever want to claim as your company’s own
Full Video Support
That means it’s not the sort of text you’d ever want to claim as your company’s own
Responsive Design
That means it’s not the sort of text you’d ever want to claim as your company’s own

Formulir Kontak

Name

Email

Pesan

Video

Aksi Teror atau Balas Dendam

Aksi Teror atau Balas Dendam
Oleh : Bung Fariz Mahadhika Putra


Terorisme sebagai bagian dari gerakan radikalisme yang paling mutahir abad ini telah mencapai puncak ancaman peradaban ( Al Qaedah, Taliban dan ISIS ). Kebanyakan orang memandang terorisme semata karena lahir dari pemahaman atas agama yang ekslusif dan kitab suci yang skriptualis, kemudian orang menamainya dengan fundamentalis agama, padahal sebenarnya tidak sesederhana itu fenomena radikalisme-terorisme terbentuk. Geneologi pembentukan gerakan ini sebenarnya telah dimulai jauh sebelum abad 21, yang menempatkan terorisme sebagai gerakan radikal agama. Dalam sejarah gerakan fundamentalis agama yang membentuk gerakan radikal-terorisme telah lama terjadi, yaitu ketika Paus Urban II menyerukan “Perang Suci” 25 november 1095 kepada umat Kristen Eropa untuk menyelamatkan Yerussalem dan wilayah Byzantium dari penguasa Muslim ( Turki Saljuk dari Asia Tengah). Peristiwa Perang Suci menjadi salah satu akar pembentukan gerakan kebrutalan atas nama agama.

Pada dasar ketika ingin membahas tentang teroris maka tidak terlepas dengan akar teroris itu sendiri yaitu, Radikalisme. Radikalisme merupakan pemikiran didasarkan pada keyakinan tentang nilai, ide, dan pandangan yang dimiliki oleh seseorang yang dinilainya sebagai yang paling benar dan menganggap yang lain salah. Orang yang menganut paham ini biasanya tidak mau menerima pemikiran lain, selain yang dimilikinya. Seseorang yang berpaham radikal biasanya diperoleh dari seorang figure tertentu yang dinilai tidak dimiliki orang lain. Kaum radikal ini memberlakukan prinsip “ melihat orang yang mengatakan, bukan apa yang dikatakan. “

Sedangkan radikalisme secara tindakan dan gerakan ditandai oleh aksi ekstrem yang harus dilakukan untuk mengubah suatu keadaan seperti yang diinginkan. Aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikalis sesungguhnya juga didorong oleh motif ajaran serta nilai yang diyakininya. Gerakan radikal bertujuan mendirikan system yang sesuai dengan nilai yang dicitakan, yang berbeda dengan yang ada. Istilah terorisme telah menjadi idiom ilmu social yang sangat popular pada decade 1990-an dan awal 2000-an sebagai bentuk kekerasan atas nama agama. Konsep tentang terorisme meneurut Chomsky, istilah terorisme lebih mengarah pada taktik, alat untuk mencapai tujuan tertentu.  Sebagai sebuah taktik, terorisme selalu bisa digunakan kapan saja untuk sebuah aksi bagi suatu kelompok. Jika terorisme dipahami sebagai sebuah taktik, maka sangat keliru orang mendeklarasikan “ perang terhadap terorisme”, karena orang tidak bisa mengalahkan taktik. Terkait tragedi terorisme di Indonesia akhir-akhir ini yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, terdapat indikasi bahwa aksi ini merupakan aksi balas dendam yang dilakukan oleh kelompok JAD ( Jamaah Ansharut Daulah ). JAD merupakan kelompok teroris yang telah dinyatakan oleh Amerika Serikat sejak tahun 2017, data ini berdasarkan laman Departemen Luar Negeri AS yang menyediakan detail tentang kelompok JAD. Menurut departemen itu, JAD adalah kelompok teroris yang berbasis di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2015 dan terdiri dari hampir dua lusin kelompok ekstremis Indonesia yang bersumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Dikutip dari pernyataan wawancara Kapolri Jendral Tito Karnavian motif dari terjadi rangkaian aksi teroris dimulai dari pemberontakan  di Mako Brimob hingga bom di Surabaya bukan sekedar masalah makanan yang tidak boleh masuk dari keluarga tetapi adanya Instruksi dari ISIS sentral karena posisi mereka yang terdesak sehingga memerintahkan sel lainnya untuk bergerak. Penyerangan yang dilakukan kelompok JAD ini diduga merupakan aksi balas dendam dikarenakan pemimpin mereka yaitu, Aman Abdurrahman yang ditahan dalam kasus pendanaan dan pelatihan paramiliter bersenjata di Aceh, kemudian yang bersangkutan divonis dan seharusnya keluar bulan Agustus lalu kemudian ditangkap kembali karena diduga keras terkait dengan perencanaan, pendanaan, kasus bom Thamrin di Jakarta awal tahun 2016. Kemudian Kepemimpinan Aman Abdurrahman ini dialihkan kepada tokoh pimpinan JAD Jawa Timur yang bernama Zaenal Anshori dan beberapa minggu kemudian Zaenal ditangkap oleh Mabes Polri dalam kaitan dengan pendanaan untuk memasukkan senjata api dari Filipina selatan ke Indonesia. Maka dari itu aksi terorisme yang terjadi di Surabaya bersangkutan dengan proses hukum yang menimpa para tokoh pimpinan JAD ini, yang membuat kelompok-kelompok jaringan JAD yang ada di Jawa Timur, termasuk yang ada di Surabaya ini, memanas dan ingin melakukan pembalasan. Selain itu hal ini juga bersangkutan dengan dinamika Internasional tadi serta upaya untuk melakukan kekerasan pembalasan atas ditangkapnya pimpinan mereka.
Maka dari itu dapat disimpulkan mengapa trageda pengeboman ini terjadi di Surabaya, karena mereka menguasai daerah ini dengan motif pimpinan meraka ditangkap sekaligus adanya instruksi dari ISIS sentral yang terdesak.


#Merdeka
#GMNIJaya
#MarhaenMenang

Dalam Buku Sarinah, Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia

Dalam Buku Sarinah, Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia.

Oleh : Sarinah Wiwin Kurniasih

Salam,
Saya mengajak kawan-kawan semua melihat pembahasan yang ada dalam karya intelektual Sukarno yakni buku “Sarinah, Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia” Saya akan sajikan review tiap BAB yang ada dalam buku tersebut.

Bab 1, Soal Perempuan.

Bab pertama buku ini diawali dengan cerita Sukarno yang bertamu ke sebuah rumah milik kenalanya. Saat Sukarno menanyakan dimana istri tuan rumah, telinga tuan rumah sedikit kemerahan dan kesukaran untuk menjawab. Lalu, tuan rumah tersebut menjawab bahwa sang istri sedang menengok bibinya yang sedang sakit. Namun disaat yang sama tanpa sengaja Sukarno melihat seorang perempuan yang mengintip dibalik kain tabir yang diyakini itu adalah istri tuan rumah. Sepulang dari rumah kenalanya, fikiran Sukarno melayang-layang memikirkan satu soal yaitu soal perempuan. Sukarno membayangkan kemerdekaan yang didapat oleh perempuan-perempuan Indonesia yang ia sebut Sarinah. KAPAN ITU ? DAN KEMERDEKAAN SEPERTI APA ?

Bab 2, Laki-laki dan Perempuan

Sukarno menuturkan laki-laki dan perempuan bahwa dalam hal bentuk dan susunan tubuh hanyalah untuk kesempurnaan tercapainya kodrat alam, yaitu tujuan mengadakan keturunan dan memelihara keturunan. Meski banyak pernyataan yang dinilai meninggikan perempuan, Sukarno membantah kalau dituduh sebagai pendukung Matriarchat. Sukarno menyatakan diri sebagai pecinta Patriarchat yang menetapkan keturunan berdasarkan garis bapak. Menurut Sukarno, dengan Patriarchat yang hanya membolehkan perempuan menjadi istri dari seorang laki-laki saja maka ketika seorang anak lahir akan jelas siapa ibu dan bapaknya. Sedang dalam hukum Matriarchat maka orang hanya dapat yakin siapa ibunya tetapi tidak yakin siapa bapaknya.
Sukarno tidak mendukung Patriarchat secara buta, ia mendukung Patriarchat yang adil, tidak menindas perempuan dan bukan merupakan bentuk dari kedzaliman laki-laki di atas perempuan. Menurutnya, salah satu tujuan dari keberadaan agama-agama adalah sebagai pengatur Patriarchat dan pengkoreksi ekses-eksesnya Patriarchat. Oleh karenanya diakhir Bab 2 ini ditutup dengan tulisan “Maha bijaksanalah Allah dan Nabi yang menetapkan Patriarchat sebagai sistem kemasyarakatan yang cocok dengan kodrat alam, tetapi maha piciklah sesuatu yang orang tak mengerti akan hikmat Patriarchat itu dan lantas membuat agama menjadi satu alat kedzaliman dan penindasan !”

Bab 3, Dari Gua ke Kota

Bab ini menjelaskan analisis secara historis tentang laki-laki dan perempuan. Periode berburu dan mencari ikan menjadikan perempuan sebagai kelompok yang ditaklukan. Laki-laki pergi berburu dan mencari ikan sementara perempuan bergantung kepada laki-laki. Perempuan hanya disuruh laki-laki untuk menjaga api siang dan malam, mencari daun, serta dibebani pekerjaan yang tidak termasuk dalam berburu dan mencari ikan, nasib perempuan kala itu sangat tersia-sia.

Fase kedua dalam kehidupan umat manusia adalah periode menanam tumbuhan atau pertanian. Perubahan cara pencaharian hidup ini membawa perubahan besar dalam nasib perempuan. Perempuan menjadi makhluk pembuat bekal hidup yang penting. Perempuan telah menjadi produsen yang berharga. Dalam perkembanganya, dialah yang menjadi induknya kultur. Dialah petani pertama dan mulai terbuka ingatanya untuk membuat rumah dan membikin berbagai perangkat hidup. Lambat laun pertanian membesar dan meningkatlah derajat perempuan. Maka perempuan adalah pembangun kultur yang pertama, begitulah Sukarno mengutip Kautsky. Fase ini melahirkan hukum keturunan menurut garis peribuan.

Datanglah fase ketiga dalam periode kehidupan manusia yang menggugurkan perempuan dari singgasananya. Lambat laun laki-laki ikut menjadi petani dan memborong segala aktifitas pertanian serta memerintah perempuan agar tinggal di rumah saja. Di zaman awal pertanian, kepemilikan hanya berupa rumah, senjata, perkakas, perahu, sedikit pakaian dan lain sebagainya. Tetapi pada fase ketiga ini ternak dan kepemilikan lainya semakin bertambah, hal ini membuat laki-laki yang kembali berkuasa mulai memikirkan hukum keturunan agar segala kepemilikan jatuh pada keturunanya. Hak keturunan dari ibu dihapuskan dan diganti hak keturunan dari bapak. Sukarno menyebutkan bahwa fase ini merupakan Revolusi Patriarchat, revolusi yang memerdekakan kaum laki-laki dengan mengorbankan kemerdekaan kaum perempuan.

Sampai zaman industri, keadaan perempuan tidak berubah. Industrialisme memang menggugurkan hukum moral dan segala anggapan bahwa kodrat perempuan  mendekam dalam rumah tangga. Namun industrialisme tidak menghancurkan tradisi perempuan sebagai kuda beban di dalam rumah tangga. Tradisi pengurungan hilang tetapi tradisi budak rumah tangga berjalan terus. Perempuan bisa bekerja di pabrik, namun ia juga harus menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum berangkat ke pabrik.

Dalam masyarakat kapitalis, perempuan memiliki kewajiban ganda yang dinilai sangat membebani. Mau melepaskan kerja dimasyarakat tidak bisa karena itu berarti hilangnya sesuap nasi dan kemerdekaan. Mau melepaskan suami dan anak-anak tidak bisa karena itu bertentangan dengan kodrat dan keinginan jiwa. Perempuan ditingkat bawahan mengalami retak jiwa dan perempuan ditingkat atasan mengalami masalah rumah tangga dan kerja dimasyarakat bukan lagi prioritasnya tetapi ia mengejar kebahagiaan dalam rumah tangga. Dari perempuan tingkat atas ini lahir aliran “neo-feminism” yang menganggap pekerjaan dimasyarakat itu “nomor dua” dan perkawinan, menjadi ibu serta memimpin keluarga itu “nomor satu”.

Bab 4, Matriarchat dan Patriarchat

Sukarno mengutip pendapat Henriette Roland Host yang mengatakan bahwa hukum peribuan tidak selalu membawa kedudukan perempuan yang lebih baik dan lebih merdeka. Di dalam suku-suku yang memakai hukum peribuan,  masih banyak perempuan yang sama sengsaranya dengan suku-suku yang memakai hukum perbapakan. Sukarno juga mengutip pendapat Rudolf Eisler yang menerangkan bahwa di dalam hukum peribuan sering sekali laki-laki mesti bekerja sebagai budak bagi perempuan. Sukarno mengatakan bahwa keadaan tersebut merupakan keadaan yang tidak sehat. Satu sistem yang memperbudak perempuan tidak sehat, demikian juga satu sistem yang memperbudak laki-laki. Yang sehat adalah satu sistem dimana laki-laki dan perempuan sama-sama merdeka.

Sukarno mengajak untuk merenungkan bahwa hukum perbapakan bukanlah satu hal adil atau tidak adil, hukum perbapakan adalah satu hukum yang perlu bagi evolusi masyarakat. Yang tidak adil bukanlah hukum perbapakan itu, melainkan ekses-ekses hukum perbapakan itu yakni kelewatbatasan-kelewatbatasan hukum perbapakan yang ada. Sukarno mengajak untuk membuat perbedaan antara Patriarchat yang melewati batas dan Patriarchat yang tidak melewati batas.

Bab 5, Wanita Bergerak

Sukarno menyebutkan bahwa terdapat tiga tingkatan pergerakan perempuan yang ada di dunia sebagaimana yang terjadi di dunia barat.
Tingkatan pertama adalah keperempuanan, tingkatan kedua adalah pada umumnya pergerakan perempuan yakni pergerakan feminisme, dan tingkatan ketiga adalah pergerakan sosialisme. Ketiga tingkatan pergerakan perempuan tersebut memiliki bentuk perjuangan yang berbeda satu sama lainya.

Bentuk perjuangan tingkatan pertama berupa “menyempurnakan keperempuanan”, yang lapangan usahanya ialah seperti memasak, menjahit, berhias, memelihara anak dan sebagainya. Dengan tujuan kehadiranya didalam rumah tangga mampu dihargai dan tidak diremehkan.

Tingkat kedua yakni pergerakan feminisme yang menurut Sukarno wujudnya adalah memperjuangkan persamaan hak dengan kaum laki-laki. Tujuan akhir dari pergerakan ini adalah persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hukum-hukum Negara maupun adat istiadat, pergerakan ini juga sering disebut sebagai emansipasi.

Tingkat ketiga yakni pergerakan sosialisme dimana di dalamnya perempuan dan laki-laki bersama-sama berjuang, bahu membahu untuk mendatangkan masyarakat sosialistis, dimana perempuan dan laki-laki sama-sama merdeka dan sejahtera.

Bab 6, Sarinah dalam Perjuangan Republik Indonesia

Setelah Sukarno menjelaskan dasar dan sampai dimana revolusi Indonesia pada bab-bab sebelumnya, pada bab terakhir ini Sukarno mengajak perempuan untuk bergerak. Beliau mengatakan bahwa “wahai perempuan Indonesia, buat engkaulah kitabku ini, buat engkaulah aku menggoyangkan pena, kadang-kadang di bawah sinar lilin sampai jauh diwaktu malam! Sadarlah, bangkitlah, berjuanglah menurut petunjuk-petunjuk yang aku berikan itu. Berjuanglah, bangkitlah yang sehebat-hebatnya sebab tidak ada orang yang dapat menolong perempuan melainkan perempuan itu sendiri! Jangan segan jerih payah, buanglah jauh-jauh tiap-tiap kuman inferioriteitcomplex! Memang perjuanganmu bukan perjuangan yang ringan, perjuanganmu adalah perjuangan raksasa. Memang tujuan yang aku gambarkan di kitab ini bukanlah tujuan kecil, melainkan tujuan yang amat besar. Tiada tujuan besar yang dapat tercapai dengan tiada jerih payah, dengan tiada mengatasi kesukaran-kesukaran, dengan tiada melakukan pengorbanan-pengorbanan.”

Bagian terakhir buku ditutup dengan tulisan Sukarno yakni “ Perempuan Indonesia, kewajibanmu telah terang ! sekarang ikutlah serta mutlak dalam menyelamatkan republik, dan nanti jika republik telah selamat, ikutlah serta mutlak dalam usaha menyusun Negara Nasional. Jangan ketinggalan di dalam revolusi nasional ini dari awal hingga akhir, dan jangan ketinggalan pula nanti di dalam usaha menyusun masyarakat keadilan sosial dan kesejahteraan sosial. Di dalam masyarakat keadilan dan kesejahteraan sosial itulah engkau nanti menjadi perempuan yang bahagia, perempuan yang merdeka !!!

#Merdeka
#GMNIJaya
#MarhaenMenang
PRESS RELEASE KAJIAN RUTIN
Dewan Pengurus Komisariat GMNI FISIP UNDIP
"PROBLEMATIKA KETAHANAN PANGAN DI NEGERI AGRARIS"

KAMIS, 8 Februari 2018 telah dilaksanakan kajian rutin oleh Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia FISIP Undip, bertempat di depan gedung A FISIP Undip. Kantin pada kali ini dipantik oleh Bung Ridwan Maulana dan membahas mengenai permasalahan ketahanan pangan di Indonesia.

Perlu dipahami, ketersediaan pangan merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi setiap manusia. Permasalahan mengenai pangan juga selalu menjadi sorotan bagi setiap presiden yang menjabat karena menyangkut pemenuhan kebutuhan primer manusia. Dengan kondisi semakin berkembangnya masyarakat dan meningkatnya kebutuhan pangan, maka pemerintah pun perlu untuk merumuskan suatu kebijakan untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Hal itu pula yang coba dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan konsep kadaulatan pangan yang menjadi salah satu prioritas dalam program nawacita. Ada perbedaan konsep antara ketahanan pangan dan kedaulatan pangan yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Dalam konsep kedaulatan pangan, kita tidak hanya bicara mengenai bagaimana kebutuhan pangan masyarakat bisa terpenuhi, tetapi mengenai kemampuan Negara maupun Bangsa untuk mengatur kebijakan tentang pangan tersebut. Selain itu juga disinggung tentang kemandirian pangan sebagai suatu kemampuan Negara maupun Bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui produksi negeri sendiri. Sebuah gagasan yang tentunya butuh komitmen dan konsistensi dari segala pihak untuk merealisasikanya.

Dalam keberjalanannya, gagasan kedaulatan pangan belum dapat terealisasi secara maksimal, masih terdapat banyak catatan bagi pemerintah untuk mewujudkannya. Permasalahan yang kerap kita temukan tidak jauh dari seputar harga pangan yang tidak stabil, kenaikan jumlah impor bahan pangan, serta kondisi kesejahteraan petani.

Salah satu permasalahan yang menjadi sorotan yaitu harga beras yang terus mengalami kenaikan. Padahal beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, dan dengan terus naiknya harga beras maka akan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Terdapat banyak permasalahan yang perlu diurai oleh pemerintah untuk dapat benar-benar mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. Seperti dengan cara memutus rantai kartel, merekonstruksi ulang tata guna lahan untuk dijadikan lahan pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta peningkatan teknologi untuk menunjang produksi pangan.

Bukan hanya solusi jangka pendek untuk menyelesaikan permasalahan kedaulatan pangan, butuh solusi jangka menengah dan jangka Panjang sebagai upaya penyelesaian masalah tersebut. Salah satu solusi jangka Panjang adalah  dengan upaya pengembangan pangan. Dimana upaya tersebut merupakan sebuah usaha untuk menghasilkan sumber pangan alternatif yang bisa dikembangkan. Manfaat dari pengembangan pangan itu sendiri meliputi : optimalisasi sumber daya lokal, tersedianya banyak pilihan produk pangan dengan kandungan gizi yang memenuhi standar, memperpanjang mata rantai pangan dari bahan mentah ke barang setengah jadi maupun barang jadi sehingga membuka lapangan pekerjaan, dan manfaat yang terakhir adalah dapat mempertahankan kemampuan budidaya tanaman lokal dari keterputusan generasi. 


Merdeka!!!
GmnI Jaya!!!
Marhaen Menang!!!

#28KebaikanUntukIndonesia 28




Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Sejarah Sumpah Pemuda Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta), Keputusan ini diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Memperingati hari sumpah pemuda, ini mengingatkan kembali terhadap jasa-jasa para pemuda dulu untuk menyatukan indonesia, dan meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa kita itu bertanah air satu, meskipun kita berbeda pulau dan laut maupun daratan, meskipun kita berbagai macam bahasa namun yang membuat kita berkomunikasi juga berbangsa satu meskipun  terdiri dari berbagai suku, ras, keyakinan karena dengan bahasa lah kita dapat disatukan dari berbagai macam perbedaan, berbahasa satu, Bahasa Indonesia, menjadikan kita walau dari berbagai macam bahasa dapat berkomunisasi, tetapi kebanyakan hari ini pemakaian bahasa indonesia mulai dihindari dan banyak bahasa baru yang jarang ditemukan di KBBI, mereka lebih suka bahasa kekinian? setidaknya berbahasa lah dengan baik dan benar.

Marilah kita gelorakan kembali semangat dari hari sumpah pemuda ini!

#28KebaikanUntukIndonesia #28

#28KebaikanUntukIndonesia 27





Di zaman era modern banyak manusia yang memiliki sifat egoisme tinggi dan banyak yang tak peka akan keadaan di sekelilingnya. Mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing sehingga membuat mereka lupa akan keadaan di sekitar yang membutuhkan bantuan.

Kepekaan menjadi hal penting dalam kehidupan, karena dari kepekaan timbulah rasa belas-kasihan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Dengan rasa kepekaan kebaikan akan timbul walau dalam hal yang nempaknya sederhana seperti membantu orang tua yang rentan untuk menyebrang jalan. Mungkin kita bertanya-tanya apa hebatnya membantu orang lain menyeberang jalan? Tapi kembalikan pada diri kita masing-masing, saat kita terburu-buru dan melihat orang yang sudah renta akan menyeberang jalan, sudah sepatutnya kita bersedia turun dari kendaraan dan membantunya. Atau sejenak berhenti berjalan pada tujuan kita dan luangkan waktu beberapa menit untuk membantu orang tua rentan menyebrang jalan.

Kebaikan ini terlihat sederhana tapi jika kita melakukannya akan berdampak besar pada keselamatan seeorang. Semoga perilaku terpuji ini bisa merubah sikap egois dan ketidakpekaan kita sebagai kaum muda yang mampu secara jasmani menjadi lebih bermanfaat dan bisa melakukan kebaikan yang ikhlas untuk membantu orang lain walau hanya menyeberang jalan sekalipun, sekaligus bisa menjadi pembelajaran untuk semua orang bahwa keikhlasan dan kepekaan amat penting dalam masyarakat.

Kebaikan hati kecil yang sangat mengharukan jika sekiranya kita mampu melakukan hal tersebut, karena tidak membutuhkan waktu lebih dari 1 menit untuk menebar kebaikan di masyarakat.


#28KebaikanUntukIndonesia #27

#28KebaikanUntukIndonesia 26




=Ziarah ke makam pahlawan=

Untuk membangkitkan semangat Nasionalisme kita bersama , salah satunya yaitu dengan Ziarah ke makam para leluhur dan ke Makam para Pahlawan. Lantas apa maksud dan Tujuan berziarah ke makam para leluhur dan makam para Pahlawan?

Bangsa ini sudah merdeka 70 Tahun lamanya, namun seolah olah kita melupakan bahwa kita bisa menghirup udara bebas Kemerdekaan ini Karena jasa jasa mereka , kita lupa bahwa untuk membuat Bangsa ini menjadi lebih jaya adalah kita harus mewarisi nilai dan semangat juang para pahlawan kita. Akan tetapi yang terjadi Bangsa ini justru sedang sakit bermusuhan satu sama lain, saling menelikung satu sama lain, saling membunuh satu sama lain, saling memfitnah satu sama lain hanya demi kepentingan pribadi atau pun kelompoknya sangat jauh dari semangat yang diajarkan oleh para leluhur dan para pahlawan yang telah mendahului kita.
Patut untuk sama sama kita pertanyaan kenapa Bangsa ini menjadi sedemikian terpuruk hingga terjerembab pada titik terendah ?. 

Kalau kita melihat lebih dalam lagi bahwa kita sudah kehilangan nilai nilai luhur yang diajarkan oleh para leluhur kita, kita sudah kehilangan nilai nilai patriotisme dan yang lebih mengkhawatirkan kita sudah kehilangan nilai nilai Nasionalisme yang sudah diajarkan oleh para Pahlawan kita. Kita sudah lupa apa yang disampaikan oleh The Founding Father kita Presiden pertama Republik ini, Ir. Soekarno bahwa Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa jasa para pahlawannya. Bangsa ini sudah terlalu jauh meninggalkan nilai nilai luhur yg diajarkan para Pahlawan. Padahal yang perlu kita ingat Tanpa adanya per juangan para leluhur dan para Pahlawan, kita bukanlah negara yang merdeka, negara yang Akan tetap dikuasai oleh para Penjajah yang hanya mengambil hasil hasil kekayaan Bangsa ini dan membiarkan Bangsa ini tetap terpuruk selamanya. 

Sudah seharusnya kita sadar bahwa kemerdekaan yg kita terimana adalah hasil jerih payah para pahlawan terdahulu dan patut untuk menghormati dan tetap melanjutkan tujuan negara ini agar tetap merdeka seutuhnya.


#28KebaikanUntukIndonesia #26

#28KebaikanUntukIndonesia 25






Sedekah adalah cara untuk memberikan sebagian rezeki kepada orang lain. Memberi  dan menerima pun rasanya sudah menjadi hal yang menjadi sangkut-paut dalam kehidupan sosial. Masalahnya adalah rasa untuk memberi pada sesama cenderung dilupakan. Terkadang kita dengan gampangnya mengeluarkan uang puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu untuk sekedar duduk-duduk di kafe, nonton di bioskop, karaoke, jalan-jalan, dan lain-lain tetapi sulit sekali rasanya untuk sekedar mengeluarkan uang untuk bersedekah. Padahal kalau kita paham dan merasakan dampaknya kita ga akan berhenti bersedekah. Lihatlah disana masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita. Padahal sedekah membuat rezeki menjadi berkah, ada kepuasan tersendiri ketika kita memberi kepada yang membutuhkan, dengan itu kita bisa melatih rasa empati.

Bersedekah adalah solusi bagi segala masalah. Saya percaya itu. Dan yang suka menjadi masalah dalam sedekah adalah ikhlas atau tidaknya seseorang dalam sedekah tersebut.
Marilah kita mulai menyisihkan sebagian rezeki, karena akan menemukan keindahan ketika memberi.


#28KebaikanUntukIndonesia #25
Diberdayakan oleh Blogger.